Showing posts with label Jakarta. Show all posts
Showing posts with label Jakarta. Show all posts

Sunday, 1 June 2014

Jakarta : Taman Suropati


Taman Suropati adalah salah satu tempat nongkrong yang ‘apik’ di Jakarta. Berada di daerah Menteng Jakarta Pusat, tepatnya di pertemuan antara Jalan Imam Bonjol dan Jalan Diponegoro. Kalau dari tulisan yang iseng saya baca di salah satu papan di dalam taman, ternyata ini sudah ada sejak jaman Belanda lho. Taman Suropati adalah peninggalan arsitek Belanda PAJ Moejoen dan FJ Kubatz.


Awalnya niat ke Taman Suropati karena kiriman foto dari si Immash yang tanya, “Di Jakarta ada kayak beginian?”. Karena penasaran, akhirnya di hari Minggu yang cerah itu saya mencoba peruntungan, eh maksudnya mencoba jalan-jalan pagi ke Taman Suropati. Berikut hasil jepretannya monggo disimak :D


Jalanan menuju Taman Suropati. Ga pake macet dan sejuk banget.


Di depan taman terdapat halte Taman Suropati. Jadi bagi yang tidak membawa kendaraan sendiri bisa naik metro mini 213 jurusan Kampung Melayu – Grogol.


Tempat parkir motor tertata rapi dipinggir jalan. Bagi yang membawa motor tak perlu khawatir meski parkir di pinggir jalan karena ada pos polisi di dekat tempat parkir ini.


Begitu memasuki bagian samping taman dekat dengan tempat parkir motor terdapat “Informasi Peraturan Taman Kota”.


Setelah membaca informasi peraturan taman kota, saya menelusuri jalan setapak yang mengantar saya ke jalan raya karena tujuan pertama adalah melihat sesuatu berwarna warni yang ada di tengah jalan raya depan Taman Suropati. J


Inilah sesuatu berwarna-warni itu. Sangat menarik perhatian karena terletak di tengah jalan raya.


Bunga atau mungkin lebih pas disebut rerumputan berwarna-warni ini cukup luas karena ketika saya berdiri di tangahnya, berasa kecil. :D


karena banyaknya dan sangat berdekatan, seperti melihat kasur ditaburi bunga berwarna kuning.


Ini katanya adalah patung Pangeran Diponegoro yang sedang menunggang kuda, berada di tengah taman bunga warna-warni.


Papan nama Taman Suropati, ada dua buah di bagian barat dan timur taman.


Sedikit masuk ke dalam, kita dapat menemukan beberapa tempat duduk yang bisa digunakan untuk bersantai sambil menikmati suasana taman yang sejuk dan hijau. Oiya, dari sini sudah terlihat adanya air mancur yang berada di tengah kolam. Sayangnya saya tidak menjepret secara langsung air mancurnya karena banyak sekali orang yang duduk dan anak-anak yang bermain di area tersebut.


 Di dalam taman juga terdapat dua sangkar burung dara. Coba bisa megang salah satu aja ya? :D


Area tidak berumput di dalam taman.


Salah satu dari 6 karya seni yang menunjukkan semangat Asean. Karya Seni ini bermakna “The Spirit Of Asean”oleh Wee Beng Ching dari Singapura.


Rerumputannya hijau dan terawat dengan baik. Di ujung juga terdapat salah satu karya seni semangat Asean yang bermakna “Peace” oleh Sunaryo dari Indonesia.


Kita diperbolehkan bersepeda di dalam taman, asal tidak menginjak rumput. Jika ingin nongkrong atau menikmati penampilan komunitas seni, maka sepeda kita dapat kita letakkan di dekat tempat duduk kita seperti contoh tersebut.


Terdapat track tonjolan batu yang dapat digunakan sebagai pijat refleksi.


Salah satu area tempat menampilkan karya seni dari komunitas seni yang sering menjadi penghibur di Taman Suropati. Ketika diinjak, berasa seperti karpet karena empuk.


Wajar jika terlihat bersih dan tidak ada sampah berserakan, di beberapa sudut taman terdapat tempat sampah baik sampah basah maupun kering.


Di dalam taman terdapat peta lokasi yang dapat digunakan untuk melihat secara keseluruhan area Taman Suropati, beberapa foto dan sejarah singkat Taman Suropati. Baru ngeh ternyata ada 6 karya seni semangat Asean. Cuma terfoto dua karya seni, semoga lain waktu bisa ke taman ini lagi L


Di sebelah peta lokasi terdapat kotak saran untuk Taman Suropati.


Sebenarnya masih ada beberapa spot yang tidak terfoto, semoga ada kesempatan ke Taman Suropati lagi. Pergi ke Taman Suropati layaknya melihat wajah lain dari Jakarta dengan segala kesumpekan, polusi dan debu-debunya. Taman ini ijooo banget, :D

Foto : Istiqomah
Liputan : Istiqomah




Wednesday, 19 March 2014

Kota Tua Jakarta

Beranjak ke Kota Tua Jakarta, sebuah kawasan cagar budaya yang lumayan luas dengan bangunan tua yang masih berdiri di sana. Namun sayang saat kami kesana kebanyakan museum sedang tutup karena tanggal merah. Padahal cukup banyak warga yang memadati kawasan kota tua tersebut. Yang lebih disayangkan lagi, kondisi bangunan dan kawasan yang kurang terawat sehingga kadang membuat tidak nyaman pengunjung yang berkunjung di sana. Semoga saat saya ke sana lagi kota tua sudah lebih baik dari kondisi yang sekarang.

Salah satu "Patung Hidup" di pelataran Museum Fatahilah
 Foto Oleh: Anin I.R

Kalo yang ini sepeda onthel yang siap mengantar kita keliling di kawasan Kota Tua
  Foto Oleh: Anin I.R

Di kawasan Kota Tua banyak terdapat penawaran tour sepeda tempo dulu lengkap dengan guide dan fasilitas sepeda plus topi
 Foto Oleh: Anin I.R
Toko Merah merupakan salah satu bangunan yang paling tersohor di kawasan Kota Tua, kondisi bangunan dari luar nampak masih bagus
 Foto Oleh: Bapak Guide (lupa namanya)
Jembatan Kota Intan dahulunya adalah satu-satunya penghubung antar desa, keunikan lain dari jembatan ini adalah dapat membelah di bagian tengah sebagai tempat lewatnya kapal pada zamannya, kalo sekarang udah nggak bisa difungsikan kembali
 Foto Oleh: Anin I.R
Mercusuar yang dulu digunakan untuk memantau kedatangan kapal di pelabuhan Sunda Kelapa
 Foto Oleh: Anin I.R

Dari gambar legenda navigator dunia di atas hanya ada satu-satunya laksamana perempuan dan dari Indonesia pula, bernama Laksamana Malahayati.
 Foto Oleh: Anin I.R

Kawasan museum bahari dulunya dijadikan tempat menyimpan rempah-rempah, di luarpun bagus viewnya buat difoto. hehe. Tapi memang nampak beberapa bagian belum terawat sempurna, harus dijaga bareng-bareng cagar budayanya ya.
 Foto Oleh: Bapak Guide
Museum Bahari nampak depan
 Foto Oleh: Anin I.R

Pelabuhan sunda kelapa dengan kapal-kapal yang bersandar dan sepeda yang terparkir. :P
                                                                  Foto Oleh: Anin I.R

*Liputan oleh: Immash