Wednesday, 4 March 2015

Banyuwangi : Red Island

Masih episode Banyuwangi, setelah rombongan bingung mau kemana, akhirnya secara spontan diputuskanlah ke Red Island di daerah Selatan Kota Banyuwangi. Kalo dari Ijen sekitar 2 jam kalau lancar, tapi karena kemarin kami muter-muter (baca:nyasar) jadinya rada lama. Biaya masuknya dihitung per orang di gerbang masuk.


Langitnya nampak sendu, padahal aslinya nggak kok... nah, kursi-kursi malas warna merah itu nggak sembarangan didudukin, pas kita kesana dikenai biaya semacam 'sewa lahan'.


nah ini kamera yang lebih kece, menghasilkan langit cerah ceria, udara pantai yang khas dan kursi malas yang pas dinikmati sambil makan kelapa muda atau sekedar membiarkan angin pantai menyapa kulit.


Ini udah jadi landmarknya Pantai Merah nampaknya, sesuatu mirip pulau kecil #atau batu besar itu maksudnya.


Masih di kawasan Pantai Merah juga, ada semacam laguna pertemuan antara air tawar dan air laut, jadi mirip kolam renang tapi dengan kedalaman yang saya juga nggak tau sih. Namun ada juga beberapa orang yang main air di pinggiran 'kolam'.


Garis pantainya lumayan panjang, pasirnya lembut dan berwarna putih tulang atau krem gitulah. hehe

Overall recommended untuk dikunjungi ^_^


Foto : Yohanda, Immash
Liputan : Immash

Sunday, 1 March 2015

Semarang : Sam Poo Kong

Episode semarang ada yang tertinggal, salah satu tempat yang bisa dikunjungi saat di Semarang selain gedung-gedung tuanya adalah Klenteng Sam Poo Kong. Klenteng yang konon adalah tempat untuk menghormati Laksamana Cheng Ho. Sosok yang kalau di Jawa timur terkenal dengan nama masjidnya yang ada di Surabaya dan Pasuruan, Masjid Cheng Ho.


Dari pinggir jalan raya kita bisa mengenalinya langsung dari cat merah menyala dan tentunya tulisan Sam Poo Kong yang dipasang besar-besar. Pas kita kesana lagi rame-ramenya pengunjung karena bertepatan dengan tanggal merah.


Sebelum masuk kawasan klentengnya, kita dikenakan biaya masuk 3rb rupiah per orang untuk turis lokal. Jangan lupa antri yaaa


Kawasan ini terdiri dari beberapa bangunan, yang di foto atas adalah salah satu bangunan yang bisa digunakan pengunjung umum. Kalo dua yang lainnya tertutup untuk umum kecuali bagi yang sembahyang di sana. Di tengahnya ada semacam plaza luas yang juga digunakan pengunjung berfoto ria.


Ini penjelasan yang terdapat di patung cheng ho, atau penulisannya di sini zheng he. Satu-satunya patung paling besar di sana.


Ini salah satu bangunan yang tidak dibuka untuk umum, karena hanya digunakan untuk pengunjung yang sembahyang/ melakukan ritual.


Salah satu patung yang terletak di tengah plaza bersama beberapa patung lainnya. Yang tidak kami temukan ini sebenernya patung siapa, karena cuma ada tulisan semacam donasi dari seseorang.


Senja di Sam Poo Kong cukup cantik, sambil menunggu petang emang kita sengaja masih gelosoran di sana sambil mengamati orang yang berlalu lalang.

Foto : Immash, Niken
Liputan : Immash

Banyuwangi : Kawah Ijen (2)

Masih lanjutan dari edisi Ijen (1)


Nah, kalo yang ini 'oleh-oleh' belerang yang bisa dibawa pulang, harganya cukup terjangkau. Saya kemarin beli dua kura-kura mini 5rb perak. Bisa ditemui sepanjang perjalanan pendakian. 



Nah, ini jalan setapak yang dekat dengan kawah, sekitar 1 km kita melewati jalur yang semacam ini. Jadi hati-hati sama yang sebelah kiri ya. Di beberapa titik terlihat tanahnya sedikit longsor. Tapi pemandangan menyejukkan mata waktu turun sedikit mengobati kaki-kaki yang mulai berkonde. 


Tuh kan, Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu distakan?


Rehat sebentar di Pos Bunder, di sini kamu bisa beli minuman, makanan, ke toilet atau sekedar duduk-duduk aja buka bekel yang kita bawa.


Perjalanan di lanjut setelah duduk bentar di Pos Bunder, dan kita berpapasan dengan ... tandu manusia #eh. Apa ya istilahnya? intinya karena ada pengunjung yang sepertinya tidak sanggup mendaki, jadi ada jasa khusus untuk mengantar mereka dari bawah sampai ke kawah. 


ini nih yang harus dibudayakan, jangan buang sampah sembarangan. Karena terlihat juga di sana-sini beberapa sampah nangkring dengan enaknya. Jadilah turis, traveler, explorer yang menjaga tempat yang kita kunjungi.

Foto : Syarif
Liputan : Immash